Baca juga: Gerhana Matahari Cincin Diprediksi Terjadi Desember 2019
Perban tersebut dilengkapi alat berupa elektroda kecil dan nanogenerator yang diikatkan di bagian tubuh pasien. Saat bernapas, gerakan tulang rusuk mengaktifkan nanogenerator untuk mengirimkan gelombang listrik ke luka pasien.
Gelombang listrik dalam perban meningkatkan materi biokimia yang menolong pertumbuhan jaringan. Hasil uji coba pada hewan menunjukkan bahwa luka biasanya sembuh dua minggu, dengan perban ini dapat sembuh dengan tiga hari saja. Para ilmuwan berharap, teknologi ini mampu memberikan hasil yang sama pada manusia.
Baca juga: Astronot NASA: Apa yang Mendorong Kita untuk Pergi ke Mars?
(Ahmad Luthfi)