JAKARTA - National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan European Space Agency (ESA) bekerjasama untuk mencari tahu mengenai evolusi galaksi paling awal di alam semesta. Kabarnya, kedua pihak akan menggunakan teleskop luar angkasa Hubble.
Dilansir dari laman V3, Selasa (18/9/2018) operasi tersebut dinamakan survei Buffalo, di mana mereka akan mengamati enam gugusan galaksi besar dan sekitarnya. NASA mengatakan misi itu penting karena belajar tentang pembentukan dan evolusi galaksi pertama di semesta adalah sangat penting bagi pemahaman tentang kosmos.
Sebagai bagian dari misi, Hubble tampaknya telah mendeteksi beberapa galaksi paling jauh yang diketahui. Akan tetapi jumlah mereka kecil, sehingga sulit bagi para astronom untuk menentukan apakah mereka mewakili alam semesta secara luas.
"Cluster galaksi masif seperti Abell 370, yang terlihat dalam gambar baru ini, dapat membantu para astronom menemukan lebih banyak objek yang jauh ini," jelas NASA.
NASA menambahkan, "Massa yang sangat besar dari gugus galaksi membuat mereka bertindak sebagai kaca pembesar kosmik. Sekelompok massa menekuk dan memperbesar cahaya dari objek yang lebih jauh di belakangnya, mengungkap benda-benda yang terlalu pingsan bahkan untuk visi sensitif Hubble."