JAKARTA - Para ilmuwan kembali menemukan 6.000 kawah baru di permukaan Bulan. Kali ini, untuk menemukan kawah-kawah tersebut, mereka dibantu oleh teknologi Artificial Intelligence (AI).
Kali ini, para ahli astronomi menggunakan sebuah mesin yang dinamakan Convolutional Neural Network (CNN). Cara kerjanya adalah dengan menggunakan teknologi machine vision yang biasa digunakan dalam teknologi mobil otonom.
Keduanya bekerja secara simultan dengan machine vision bekerja untuk menganalisa permukaan bulan, kemudian CNN bertugas menjadi pemrosesan data dalam skala besar. Dengan ini, para ilmuwan dapat memangkas waktu pekerjaan meneliti permukaan bulan.
Baca Juga : 6 Hal Menarik Tentang Haumea, Planet Kerdil Bercincin
Seperti yang dijelaskan oleh para peneliti dalam sebuah laporan penelitian yang tidak dipublikasikan, mereka melatih jaringan syaraf ini menggunakan kawah di Bulan yang telah di identifikasi oleh manusia sebelumnya.
Mengutip dari laman The Verge, sebenarnya menemukan kawah baru bukanlah penemuan yang signifikan. Hal ini dikarenakan Bulan di perkirakan memiliki ratusan ribu kawah karena bertabrakan dengan meteor dan asteroid.
Akan tetapi, melakukan pemetaan dari permukaan Bulan cukup penting bagi ilmuwan astronomi. Hal ini dikarenakan pemetaan bulan dapat membantu para ilmuwan untuk mengetahui lebih lanjut rahasia dari Bulan.