Bahkan dia yakin, tidak menutup kemungkinan jika di masa depan, baterai Proton dapat menggantikan Lithium-Ion.
“Baterai Proton adalah salah satu kontributor potensial untuk memecahkan tingginya tuntutan akan penyimpanan energi. Baterai Proton akan lebih ekonomis daripada Lithium-Ion, yang menggunakan bahan dasar yang berharga mahal,” ujar Andrews.
Baca juga: Kisah Alessandro Volta sang Penemu Batu Baterai
“Karbon yang merupakan bahan utama dalam baterai Proton kami, ada dalam jumlah banyak dan berharga lebih murah jika dibandingkan dengan bahan metal campuran pada penyimpanan hidrogen dan lithium yang digunakan dalam baterai Lithium-Ion,” jelasnya.
Keuntungan lain dari baterai Proton ini adalah karbon yang dipakai sebagai bahan utama tidak akan mudah terbakar atau mengeluarkan asap. Ini berarti dapat menjadi solusi bagi baterai Lithium-Ion yang seringkali terbakar saat tertusuk atau dalam keadaan panas.
(Ahmad Luthfi)