Pada akhir 1800-n, badai tersebut kemungkinan akan selebar 30 derajat garis bujur. Ini akan bekerja sampai lebih dari 35.000 mil, empat kali diameter Bumi. Ketika pesawat ruang angkasa bertenaga nuklir, Voyager 2 yang terbang oleh Jupiter pada 1979, badai tersebut telah menyusut dua kali lebih lebar dari Bumi.
Baca juga: Mengapa Planet-Planet Tak Bertabrakan di Sistem Tata Surya
Data menunjukkan bahwa tempat berwarna merah di Jupiter masih terjadi penyusutan. Pada 3 April 2017, Great Red Spot membentang lebar 16.350 kilometer, kurang dari 1,3 kali diameter Bumi.
Badai terpanjang di Bumi berlangsung selama 31 hari, sedangkan Jupiter dapat mempertahankan badai lebih lama karena planet tersebut memiliki puluhan ribu mil dari atmosfer, dan berputar lebih cepat dari Bumi.
(Ahmad Luthfi)