JAKARTA - Jaap Haartsen, insinyur listrik lulusan Delft University of Technology pada 1986 ialah penemu teknologi Bluetooth. Pria berkacamata itu berkontribusi terhadap kemajuan konektivitas wireless.
Awalnya ia bekerja di Siemens dan Philips, sebelum kembali ke almamaternya untuk mendapatkan gelar PhD pada 1990. Pada 1991, dia bekerja di Ericsson di AS, mengerjakan sistem telepon bergerak yang canggih, dan kemudian di Swedia, bekerja di dalam ruangan sistem komunikasi nirkabel.
Dilansir Nordicsemi, Rabu (17/1/2018), ketika Haartsen berada di Divisi Terminal Ericsson Mobile, di Lund, Swedia, ia diminta untuk mengembangkan investigasi dalam ruangan, koneksi radio jarak pendek pada jarak sekitar tiga sampai 4 meter. Ini sebagai sarana untuk meningkatkan penjualan ponsel.
Haartsen segera mengembangkan konsep komunikasi nirkabel antara perangkat master dan slave, menggunakan frekuensi virtual hopping. Teknologi komunikasi asimetris seperti wireless local area networks (WLAN) dan Global System for Mobile Communications (GSM) memerlukan basestation atau access point untuk menghubungkan perangkat slave.
Baca juga: Waduh! Perangkat Android dengan Bluetooth yang Aktif Rentan Diretas