20.000 Toko Tak Lagi Jual Ponsel Oppo dan Vivo, Kenapa?

Lely Maulida, Jurnalis
Jum'at 12 Januari 2018 16:43 WIB
(Foto: Gadget Match)
Share :

Sementara itu, juru bicara Vivo menyatakan bahwa jaringan ritelnya tidak berkurang, bahkan perusahaan akan menambah toko di tahun ini.

"Tahun lalu, kami menyaksikan respon yang baik dari pasar yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan dan pangsa pasar. Sesuai dengan Counterpoint Research, Vivo V7 + memimpin 40% pangsa pasar di 20.000-25.000 segmen pada November 2017. Kami berencana untuk terus membangun pertumbuhan momentum tahun ini," terangnya.

Baca juga: Vivo Ekspansi ke Rusia Demi Tantang Apple dan Samsung, Benarkah?

Menurut CEO peritel di India, kedua vendor smartphone itu terpaksa mengurangi margin di India karena mereka mendapat tekanan untuk lebih untung. "Mereka mereplikasi strategi yang diadopsi di China untuk memperlambat investasi tinggi setelah mencapai skala tertentu.Tapi India adalah pasar yang berbeda dan bagian mereka sudah turun," katanya.

Mengutip Counterpoint Technology Market Research, sebuah firma yang berbasis di Hong Kong, Vivo menguasai 9% pangsa pasar smartphone India pada kuartal ketiga 2017. Sementara Oppo mengalami peningkatan dari 4% menjadi 8%. Demikian seperti dilansir Economic Times, Jumat (12/1/2018). (lnm).

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya