Pada 1888, Dr. Adolf Fick membuat dan memasang lensa kontak yang berhasil pertama kali. Namun, lensa tersebut tebal dan berat sehingga menutupi seluruh mata.
Lensa tersebut terbuat dari kaca sehingga mata tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Setelah beberapa jam penggunaan, lensa kontak pada mata menjadi terasa menyakitkan.
Pada 1920 dan 1930-an, kemajuan teknologi memungkinkan teori Herschel menjadi kenyataan. Terciptalah lensa kontak sesuai dengan bentuk mata untuk pertama kalinya dan terbuat dari plastik yang membuatnya ringan.
Baca juga: Sejarah Cermin yang Muncul 8.000 Tahun Silam
Lensa kontak kornea awal 1950-an dan 1960-an mahal dan rapuh, bahkan terdapat industri asuransi lensa kontak. Tidak hanya mahal, tapi durasi penggunaannya tidak bisa terlalu lama karena oksigen tidak dapat meresap dengan baik ke dalam kornea.