JAKARTA – Bug di WhatsApp ditemukan oleh seorang peneliti keamanan di Jerman. Bug tersebut memungkinkan seseorang mengetahui obrolan dalam grup WhatsApp, meski percakapan tersebut terenkripsi.
Kerentanan tersebut akan terjadi ketika hacker mengakses ke server WhatsApp untuk mengakses obrolan grup. Dilaporkan Wired, celah itu juga mempengaruhi aplikasi pesan Signal dan Threema, meski dampaknya terbilang rendah.
Untuk WhatsApp sendiri, ketika hacker mengendalikan server WhatsApp, ia bahkan dapat memasukkan anggota baru ke dalam grup. Hal tersebut juga bisa ia lakukan jika admin grup tak mengizinkannya.
Baca: WhatsApp Catat 75 Miliar Pesan di Malam Tahun Baru 2018
Serangan ini memanfaatkan bug WhatsApp, dimana perusahaan tak menerapkan mekanisme otentikasi untuk undangan anggota baru ke dalam grup. Setelah hacker menambahkan anggota baru, secara otomatis ia akan mengerti apa yang dibicarakan dalam grup, meski ia mampu mengetahui pembicaraan sebelumnya.
Para peneliti yang memaparkan temuannya dalam sebuah paper itu juga menyebutkan bahwa hacker yang memiliki akses ke server WhatsApp mampu secara selektif memblokir setiap pesan dalam grup, sehingga anggota yang belum membacanya tak mengetahui pesan tersebut.
WhatsApp mengkonfirmasi temuan peneliti keamanan tersebut. Perusahaan mengatakan bahwa pihaknya menganggap risiko tersebut sangat terbatas karena tak ada yang bisa secara diam-diam bergabung dalam obrolan grup WhatsApp. Artinya, enggota grup akan mengetahui orang yang patut dicurigai dalam grup mereka.