Laut Ternyata Memiliki Potensi Bencana yang Mengerikan, Benarkah?

Moch Prima Fauzi, Jurnalis
Selasa 12 Desember 2017 06:00 WIB
(Foto: Daily Mail)
Share :

JAKARTA - Laut memberi banyak manfaat bagi kehidupan manusia dan makhluk lainnya. Selain menjadi sumber makanan, laut juga menjadi sarana transportasi dan juga objek wisata untuk diambil keindahan alamnya.

Meski demikian laut juga menjadi potensi bencana yang mengerikan. Masih ingat dengan kejadian Tsunami di Jepang dan Aceh? Gelombang air laut yang menyapu daratan meluluhlantakkan bangunan dan gedung-gedung menjadi puing.

Berdasarkan Tafsir Ilmi: Samudra dalam Perspektif Alquran dan Sains (2013), laut terbukti menjadi potensi bencana yang sangat mengerikan. Hal ini diperkuat juga melalui kitab suci Alquran dan penjelasan sains.

Kejadian tersebut sebagian diakibatkan oleh ulah manusia dan sebagian berupa peristiwa alam untuk menunjukkan ketidakberdayaan manusia di hadapan pencipta.

Bencana yang diakibatkan oleh tangan-tangan manusia, sebagaimana telah terjadi di muka Bumi, dijelaskan dalam surat Ar-Rum ayat 41 yang berbunyi:

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (Ar-Rum: 41).

Ibnu Asyur menafsirkan ayat ini antara lain menerangkan bahwa sejatinya Allah telah menciptakan alam semesta ini dengan suatu sistem yang serasi dan seimbang, sesuai dengan kemaslahatan umat manusia.

Akan tetapi mereka melakukan aktivitas yang buruk dan merusak sehingga berakibat pada ketidakseimbangan dalam sistem kerja alam.

Adapun akibat nyata dari kerusakan alam adalah pemanasan global atau global warming. Dampaknya memang masih belum begitu dirasakan banyak orang saat ini. Lelehan dari bongkahan es di kutub dapat menaikkan volume air laut di masa mendatang.

Volume air yang meningkat dapat membuat gelombang yang dahsyat dan mampu menyapu, menenggelamkan, dan melumat apa saja yang dilewati arus gelombangnya, persis saat terjadinya tsunami.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya