Analisis tersebut menunjukkan bahwa sampel yang diambil berasal dari spesies beruang modern, lebih tepatnya beruang Himalaya cokelat dan hitam.
"Temuan kami sangat mengesankan bahwa dasar-dasar biologis dari legenda yeti dapat ditemukan di beruang lokal, dan penelitian kami menunjukkan bahwa dengan ilmu genetika maka misteri serupa selanjutnya harus dapat terungkap pula," ujar Dr Lindqvist.
Selain memecahkan misteri monster ini, analisis genetik secara mendalam oleh para ilmuwan memungkinkan mereka untuk mempelajari lebih banyak tentang populasi beruang di wilayah Himalaya.
Menurut Dr. Lindqvist, memahami keragaman genetik beruang di wilayah ini dapat bermanfaat saat bekerja pada strategi pengelolaan mamalia tersebut, yang sebagian besar terancam punah.
"Penelitian genetika lebih lanjut tentang hewan langka dan sulit dipahami ini dapat membantu menerangkan sejarah di wilayah tersebut, serta membawa sejarah evolusioner ke seluruh dunia - dan sampel 'yeti' tambahan dapat berkontribusi pada pekerjaan ini," katanya. Demikian dilansir dari Independent, Rabu (29/11/2017).
(Ahmad Luthfi)