Saat muda, Babbage juga tertarik pada matematika hingga ia mempelajari sendiri aljabar. Babbage terlahir dari keluarga yang kaya raya, tak ayal ia menerima pendidikan dari tutor pribadinya.
Awal 1810, ia memasuki Trinity College di Cambridge University. Dia mendapati bahwa dirinya lebih mengerti matematika ketimbang pendidiknya. Hal ini membuatnya tak betah hingga akhirnya ia membantu mengorganisir Analytical Society, yang memiliki peran kunci dalam mengurangi hal yang tidak kritis dari Sir Issac Newton, di Cambridge dan Oxford University.
Pada 1814, Babbage menyelesaikan studinya dan di wisuda dari Cambridge University. Di tahun yang sama, ia juga menikahi perempuan bernama Georgiana Whitmore. Keduanya memiliki delapan anak namun hanya tiga yang bertahan hidup. Sang istri kemudian meninggal pada 1827.
Pada 1822, Babbage menghasilkan model mesin penghitung pertama yang menjadi tonggak penting dalam hidupnya. Dia menyebutnya Difference Engine, setelah teori matematika yang mendasari operasi mesin tersebut.
Baca juga: OKEZONE STORY: Yuk! Kenali Douglas Engelbart sang Penemu Mouse Komputer
Pemerintah tertarik pada perangkatnya dan membuat janji untuk mendanai penelitiannya. Hal ini mendorong Babbage untuk mulai membangun mesin lebih serius. Tapi Babbage meremehkan kesulitan yang akan dihadapi. Alhasil ia dan pengrajinnya harus merancang alat itu sendiri.