Sebagai pemimpin, Khosrowshahi memilih untuk mengungkapnya ke publik tak lama setelah ia mengetahui pelanggaran data itu.
“Semua ini seharusnya tidak terjadi, dan saya akan tidak akan membuat keputusan semacam itu,” katanya.
Baca juga: Waduh! Uber Digugat 3 Wanita Gara-Gara Diskriminasi
Sebelumnya beberapa perusahaan ternama juga sempat mengalami insiden serupa bahkan dengan korban data yang lebih banyak jumlahnya. Yahoo! pada 2016 lalu mengakui bahwa hacker membobol tiga miliar data penggunanya.
LinkedIn di tahun yang sama juga mengalami pelanggaran data sejumlah 117 juta informasi pribadi penggunanya. Dibanding perusahaan-perusahaan tersebut, jumlah korban Uber memang relatif rendah. Namun insiden ini menambah masalah yang melanda Uber di tahun 2017. Demikian seperti dilansir Business Insider, Jumat (24/11/2017). (lnm).
(Kemas Irawan Nurrachman)