Setelah semut itu mati, jamur itu akan melepaskan spora dari bagian belakang kepada semut dan menginfeksi lebih banyak semut di bawahnya.
Meski demikian, de Bekker dan rekan-rekannya yang lain masih belum mengetahui mengapa jamur jenis itu menyerang pada jenis semut tertentu.
"Bisa jadi karena begitu banyak alasan," katanya. "Mungkin semut memiliki siklus hidup yang berbeda atau mungkin mereka tidak pernah menemukan spora," imbuhnya.
Baca juga: Inikah Laptop Terbesar yang Pernah Ada?
Temuan semut Zombi ini pertama kali diketahui pada 2009 oleh Kim Fleming di South Carolina. Jamur yang menjadi parasit bagi serangga itu menyerang dua jenis semut di antaranya Camponotus castaneus dan Camponotus americanus.