Diketahui, risiko yang paling berbahaya jika airbag inflator rusak adalah bagian tersebut akan meledak dalam kecelakaan, dan menghujani pengendara dengan pecahan logam. Inflator rusak telah menyebabkan 13 kematian di AS dan ratusan luka-luka.
Penarikan kendaraan tersebut membuat Takata Corp mengalami kebangkrutan pada Juni lalu. Laporan itu menyimpulkan bahwa industri otomotif mulai membuat kemajuan yang berarti, dan mengembangkan strategi efektif untuk mengingat masih banyak ruang dalam perbaikan. Demikian dinukil dari Automotive News, Senin (20/11/2017).
Baca Juga: Hati-Hati! Polisi Akan Denda Pengemudi yang Menggunakan Ponsel saat Berkendara
(Kemas Irawan Nurrachman)