Kapal Pesiar Milik Bos Microsoft Sambangi Raja Ampat, Pemda Perketat Pengawasan, Ada Apa?

Chanry Andrew S, Jurnalis
Kamis 16 November 2017 14:12 WIB
(Foto: Wikipedia)
Share :

RAJA AMPAT - Tak ingin kasus hancurnya puluhan ribu hektar terumbu karang di Raja Ampat, yang ditabrak kapal Caledonian Sky beberapa bulan lalu terulang kembali, Pemda Raja Ampat memperketat pengawasan terhadap masuknya kapal pesiar canggih Octopus milik bos Microsoft.

Kapal pesiar Octopus berbendera Inggris dengan panjang 416 kaki menghebohkan masyarakat Raja Ampat. Pasalnya, kapal pesiar itu menguasai bagian depan pelabuhan Waisai, sehingga dinas perhubungan harus mengatur posisi labuh tampat kapal lain yang akan sandar di pelabuhan.

Kapal pesiar itu dinahkodai oleh Andreas Sironen dengan Gross Toune (GT) 9932 dan berisikan 49 kru kapal tanpa penumpang. Diketahui, kapal Octopus asal Singapura akan berlabuh di pelabuhan Waisai selama tiga hari dan akan lepas sandar pada Jumat (17/11/2017) mendatang.

 
Baca juga: Paul Allen Rogoh Rp317 M untuk Rumah Baru

Kepala dinas perhubungan kabupaten Raja Ampat, Backy Rahawarin mengatakan, kapal pesiar Octopus melakukan sandar di dermaga Waisai dikarenakan kondisi tempat berlabuh kapal yang telah diatur dalam perda Kabupaten Raja Ampat, tidak memenuhi persyaratan.

Di samping itu juga lokasi labuh kapal masih kurang safety untuk kapal-kapal pesiar mewah yang ingin melakukan wisata ke Raja Ampat.


Baca juga: Wow! Pendiri Microsoft Temukan Bangkai Kapal Perang Dunia II Milik Amerika Serikat

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terulangnya kerusakan puluhan ribu hektar terumbu karang akibat ditabrak kapal pesiar mewah Caledonian Sky beberapa bulan lalu, pihak pemerintah kabupaten Raja Ampat mengambil keputusan untuk kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Waisai yang juga masih sangat terbatas fasilitasnya.

Menurut Becky kapal pesiar mewah dan canggih tersebut masih menjajaki rute wisata ke Raja Ampat dan belum membawa penumpang tamu wisata.


Baca juga: Pendiri Microsoft Buat Pesawat Ruang Angkasa Komersial

Kasus kapal Caledonian Sky pelajaran untuk pemerintah Raja Ampat. Becky mengatakan, pihak pemerintah Raja Ampat tak mau kecolongan lagi seperti kasus Caledonian Sky yang sempat merusak puluhan ribu hektar terumbu karang di Raja Ampat beberapa bulan lalu.

Untuk itu, pengawasan terhadap kapal pesiar berbobot besar harus diawasi pergerakannya selama di daerah Raja Ampat.

Seperti diketahui, kapal pesiar canggih Octopus merupakan kapal pesiar mewah yang dimiliki oleh Paul Allen, yang merupakan pendiri vendor software terbesar di dunia, Microsoft. Dia mempunyai sebuah kapal super besar yang dinamakan Octopus.

Octopus kabarnya memiliki harga di kisaran USD200 juta. Kapal tersebut mulai digunakan pada 2003 dan pada masanya adalah kapal pesiar terbesar di dunia.

Octopus bisa menampung dua buah helikopter. Fasilitasnya pun cukup lengkap seperti kolam renang, klub malam, lapangan basket, bioskop dan kapal selam mini untuk menjelajah kedalaman lautan.

(Ahmad Luthfi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya