RAJA AMPAT - Tak ingin kasus hancurnya puluhan ribu hektar terumbu karang di Raja Ampat, yang ditabrak kapal Caledonian Sky beberapa bulan lalu terulang kembali, Pemda Raja Ampat memperketat pengawasan terhadap masuknya kapal pesiar canggih Octopus milik bos Microsoft.
Kapal pesiar Octopus berbendera Inggris dengan panjang 416 kaki menghebohkan masyarakat Raja Ampat. Pasalnya, kapal pesiar itu menguasai bagian depan pelabuhan Waisai, sehingga dinas perhubungan harus mengatur posisi labuh tampat kapal lain yang akan sandar di pelabuhan.
Kapal pesiar itu dinahkodai oleh Andreas Sironen dengan Gross Toune (GT) 9932 dan berisikan 49 kru kapal tanpa penumpang. Diketahui, kapal Octopus asal Singapura akan berlabuh di pelabuhan Waisai selama tiga hari dan akan lepas sandar pada Jumat (17/11/2017) mendatang.
Baca juga: Paul Allen Rogoh Rp317 M untuk Rumah Baru
Kepala dinas perhubungan kabupaten Raja Ampat, Backy Rahawarin mengatakan, kapal pesiar Octopus melakukan sandar di dermaga Waisai dikarenakan kondisi tempat berlabuh kapal yang telah diatur dalam perda Kabupaten Raja Ampat, tidak memenuhi persyaratan.