Lien yang lahir dan besar di Vietnam 'tidak pernah bermimpi' akan bekerja di NASA, dan yang paling tidak diduga lagi adalah menjahit untuk badan ruang angkasa itu.
Ketika keluarganya mengungsi ke Amerika Serikat akhir 1970-an setelah jatuhnya Saigon yang mengakhiri perang Vietnam, dia perlu mendapat penghasilan untuk membantu keenam saudaranya.
Keluarganya membeli dua mesin jahit dan mulai menjual pakaian dari rumah dengan menjahitnya pada malam hari.
"Kami membuat gaun, atasan, kaus dan hal-hal lainnya. Kami mendapat bayaran sekitar 50 sen (sekitar Rp6.500 dengan kurs dolar saat ini) untuk satu pakaian," jelasnya kepada program tahunan BBC, 100 Women.
Belakangan dia bekerja di perusahaan pakaian dalam pada siang hari dan sekali seminggu ikut kelas teknik elektro. Pada masa itu, kursus-kursus tekonologi sedang menjamur di California dan NASA sedang merekrut orang baru.