JAKARTA - Konten pornografi belakangan ini menjadi topik yang banyak diperbincangkan oleh masyarakat di Indonesia. Pasalnya, konten pornografi ditemukan dalam aplikasi pesan instan WhatsApp dalam format GIF.
Diakui Kementerian Komunikasi dan Informatika, konten negatif khususnya pornografi memang terus menyebar setiap harinya. Oleh karenanya, Kominfo menyiapkan mesin penyensoran atau penapisan yang akan meminimalisi konten tersebut.
Mesin sensor itu bekerja dengan membuka setiap website secara otomatis untuk memantau ada tidaknya konten pornografi. Disebut Kominfo, mesin ini mulai dioperasikan Januari 2018. Perangkat yang tendernya dimenangkan oleh PT INTI ini bahkan kini telah diuji coba oleh Kominfo.
"Kita kemarin sudah uji coba dan sudah bekerja. Sudah dapat beberapa akun terkait pornografi. Setelah ada mesin itu, nggak ada kasus kaya gini lagi," terang Dirjen Aplikasi Informatika, Kominfo Semuel Abrijani di Jakarta, Rabu (8/11/2017).
Selama ini, Kominfo memantau konten-konten di website secara manual. Hadirnya mesin sensor ini akan membuat kinerja Kominfo dalam memantau konten lebih efektif. Semuel bahkan menyebut bahwa perbandingan mesin sensor 10 kali lipat lebih cepat ketimbang metode manual.
"Jauh (perbandingannya), satu server saja udah 10 kali lipat. Nanti kita ada 44 server," ujarnya.
Mesin sensor seharga Rp194 miliar ini memang secara khusus ditujukan untuk memantau konten negatif di website. Sementara itu, untuk konten serupa di platform-platform seperti media sosial dan layanan pesan instan, dilakukan Kominfo melalui proses koordinasi dengan pihak terkait. (lnm)
(Kemas Irawan Nurrachman)