Menurut Ibnu Asyur, penggunaan kata ar-ru'yah (penglihatan) dalam ayat ini karena proses kesuburan Bumi oleh siraman air hujan dan tumbuhnya biji atau kecambah menjadi pohon atau tumbuhan setahap demi setahap merupakan proses yang dapat diamati dengan mata kepala.
Baca juga: Masya Allah, Tanda-Tanda Kiamat Dijelaskan dalam Alquran dan Sains
Demikian pula pergerakan awan yang mengandung uap air di atas permukaan Bumi (angkasa) digerakkan oleh angin dari satu tempat ke tempat yang lain. Penggunaan ungkapan as-sauq (nasuq) karena diumpamakan pergeseran awan oleh angin itu laksana pergerakan hewan melata yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain.
Proses-proses terjadinya hujan dari uap air merupakan mekanisme siklus (daur ulang) air yang ada di Bumi agar beredar dan memberi manfaat pada makhluk-makhluk yang ada di pegunungan, di lembah-lembah, dan tempat-tempat yang boleh jadi sangat jauh dari danau atau samudera luas.
(Ahmad Luthfi)