Meski AdBlock Plus palsu itu akan segera diturunkan, para developer telah berhasil meyakinkan 37.000 orang untuk mendownloadnya. Sementara itu tak diketahui apakah ekstensi tersebut berbahaya bagi pengguna atau data apa yang terganggu.
Insiden ini juga sebelumnya telah terjadi pada perusahaan pemilik Chrome. Google pada 2015 mengakui bermasalah dengan ekstensi Chrome yang berbahaya, dan perusahaan memblokir pengguna Windows serta Mac dari ekstensi Chrome yang tidak dihosting di Chrome Web Store.
Langkah pemblokiran ini ditujukan Google untuk mengatasi kekhawatiran atas pengguna untuk men-download software berbahaya tersebut.
Tak jelas bagaimana Google mengatasi masalah ini. Raksasa teknologi yang bermarkas di California itu juga belum memberikan komentar resminya. Demikian seperti dilansir The Verge, Selasa (10/10/2017). (lnm).
(Kemas Irawan Nurrachman)