BEKASI - Beberapa pabrikan mobil mengganti nama produk mereka untuk pasar ekspor. Sebut saja Toyota Agya menjadi Wigo, Daihatsu Sirion memiliki saudara kembar bernama Myvi, Honda HR-V dikenal juga dengan Vezel, dan lainnya. Namun Mitsubishi Motors Corporation (MMC) memutuskan tidak akan mengubah nama Xpander untuk pasar ekspor. Mobil ini akan dipasarkan di negara-negara ASEAN mulai awal 2018.
"Dulu memang mobil yang dihadirkan dipilih namanya yang lebih cocok untuk pasar lokal. Namun semakin ke sini kami lebih menghargai nama produk yang bisa dipakai secara global atau pakai global name. Karena kalau produk pakai nama yang sama di seluruh dunia, itu artinya ada efisiensi dari promosinya, jadi tidak perlu ganti nama. Dan kalau nama produk dipilih dengan benar, tidak hanya bisa untuk branding secara lokal tetapi juga di seluruh dunia," jelas Trevor Mann, chief operating officer (COO) MMC, di pabrik Mitsubishi, Bekasi, Jawa Barat, Selasa 3 Oktober 2017.
(Baca juga: Debut Internasional Small MPV Xpander, Mitsubishi: Akhirnya, Bayi Kami Lahir!)
Ia pun menjelaskan latar belakang mengapa mobil hasil produksi pabrik Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) di Bekasi, Jawa Barat, ini diekspor ke negara lain, terutama ASEAN. "Karena kalau kami hanya fokus di satu pasar saja, itu artinya kami akan bergantung pada ekonomi yang ada di negara tersebut," tambahnya.
Adapun negara tujuan ekspor Xpander antara lain Filipina dan Thailand. Tidak menutup kemungkinan akan melebar ke negara lainnya.
"Untuk angka ekspor belum bisa sebutkan karena sekarang ini fokus kami untuk pasar Indonesia terlebih dulu. Mitsubishi Motors ingin jumlahnya lebih signifikan untuk pasar di Indonesia," pungkas Trevor.
Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) selaku agen pemegang merek (APM) kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi memasarkan enam varian Xpander, yakni GLX, GLS, Exceed (MT), Exceed (AT), Sport, dan tipe tertinggi Ultimate.