JAKARTA - Setelah tren memotret dengan smartphone, orang-orang mulai beralih menggunakan action camera. GoPro menjadi pionir di sektor ini, meski sekarang vendor gadget lain hadir dengan action cam versi masing-masing.
Dilaporkan TechinAsia, berikut ini lima daftar perangkat action cam terbaik selain Go Pro.
Xiaomi YI 4K Action Camera
Era perekaman gambar bergerak dengan kualitas Full HD sudah menjadi hal yang lumrah. 4K menjadi standar baru seiring makin canggihnya perangkat dengan ukuran yang kian minim, dan Xiaomi lewat YI 4K Action Camera mencoba mengakomodasi hal tersebut.
Lompatan pada YI 4K Action Camera sangat jauh bila dibandingkan seri pertama. Ukuran layar sentuhnya juga lebih besar dari layar milik GoPro Hero5. Sayangnya, Xiaomi belum membenamkan voice command pada action cam terbarunya ini. Namun rasanya untuk sebuah perangkat perekaman gambar, fitur ini masih bisa dikesampingkan.
Xiaomi juga tidak memberikan data pasti seberapa dalam YI 4K Action Camera bisa dibawa masuk ke dalam air. Namun ada case waterproof yang bisa kamu beli terpisah dari paket penjualannya.
Sony FDR-X3000R
Penggemar fotografi digital pasti setuju bila Sony merupakan salah satu perangkat yang memuaskan untuk segala lini. Baik kamera mirrorless, point and shoot, sampai action cam. Pada seri FDR-X3000R ini Sony tidak hanya sekadar menjual kemampuan rekam 4K dengan 30 fps yang sudah makin marak di ranah action cam. Teknologi bernama Balanced Optical SteadyShot (B.O.SS) menjadi andalan mereka di semua resolusi dan mode perekaman.
Dari awal terjun ke dunia action cam, Sony selalu mengunggulkan bila perangkat mereka mudah dibawa dan bisa “dipakai”. Artinya kamu dengan mudah menyematkannya di helm, atau mengikatnya di lengan, atau memasang di sepeda tanpa perlu pusing dengan mounting. Pada FDR–X3000R, Sony masih mempertahankan fitur-fitur tersebut dan menyempurnakannya.
Olympus TG-Tracker
Hanya dengan melihat desainnya, Olympus berhasil memberikan kesan tangguh pada TG-Tracker. Dan memang bukan sekadar kelihatannya karena kamera ini sudah waterproof tanpa perlu housing sampai kedalam 30 meter.
Untuk sebuah action cam, Olympus TG-Tracker mengedepankan lima sensor yaitu GPS, kompas, acceleration sensor, barometer dan termometer. Olympus juga mengklaim kamera ini mampu digunakan hingga suhu -10 derajat celcius.
Layar berukuran 3,8 incinya mengusung desain flip. Tentunya memudahkan pada saat Anda melakukan proses perekaman dan preview. Satu fitur lain yang rasanya hampir tidak pernah ada pada action cam lain adalah lampu LED yang membantu proses perekaman di medan minim cahaya.
Garmin Virb XE
Sebagai salah satu vendor yang sudah terkenal dengan produk GPS, tentu akan aneh bila Garmin tidak menyematkan fitur ini di dalam action cam terbarunya Virb XE. Selain GPS, kamera ini juga dilengkapi dengan akselerometer, Wi-Fi, Bluetooth, GPS, dan sensor Full ANT+ (sensor yang memungkinkan perekaman data dari perangkat lain seperti detektor detak jantung).
Sayangnya, kelengkapan sensor tadi tidak diimbangi dengan teknologi perekaman gambarnya. Garmin Virb XE masih belum mendukung perekaman gambar 4K, namun ini artinya juga daya tahan baterainya lebih tinggi.
Sebagai action cam, Virb XE bisa Anda bawa di air tanpa perlu case waterproof sampai kedalaman 50 meter. Dibandingkan kompetitor lain yang ada dalam daftar ini, Garmin Virb XE jauh lebih unggul untuk perkara diajak “menyelam”.
TomTom Bandit
Vendor yang satu ini masih terbilang baru di ranah action cam. Soal desain, model TomTom Bandit cenderung bulat, sementara kompetitornya kebanyakan hadir dengan desain kotak. Namun untungnya, perangkat ini telah mendukung mount GoPro yang banyak beredar di pasaran.
TomTom Bandit juga telah mendukung teknologi perekaman 4K meski hanya 15 fps. Sensor gerak, GPS, dan manual tagging juga menjadi keunggulan action cam ini. Daya tahan baterainya di atas kertas juga merupakan salah satu yang terlama.
Lagi-lagi karena desainnya yang berbeda tadi, Anda perlu usaha ekstra bila ingin membawa kamera ini untuk berbasah-basah. Bodinya sendiri tahan cipratan air, namun untuk lensa memerlukan splash cover terpisah. Demikian dilansir TechinAsia.
(Ahmad Luthfi)