JAKARTA - Satelit Telkom 1 yang anomali mengharuskan Telkom untuk mengambil langkah cepat. Perusahaan milik pemerintah itu akan meluncurkan satelit pengganti Telkom 1 yakni Telkom 4 pada Agustus 2018.
Akibat lebih cepatnya kekosongan slot orbit 108 karena anomali Telkom 1, perusahaan harus mempercepat jadwal peluncuran satelit barunya. Untuk mewujudkan hal tersebut, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mengajukan permintaan kepada International Telecommunication Union (ITU) untuk mengamankan slot orbit 108.
Telkom sendiri berupaya untuk mempercepat jadwal peluncuran kepada pabrikan satelit. Hasilnya, Telkom mendapatkan margin 60 hari lebih cepat dari jadwal peluncuran semula.
"2 hari lalu kami rapat bulanan. Hasilnya ada kemungkinan dapat margin 69 hari lebih cepat dari jadwal," terang Direktur Utama Telkom, Alex J Sinaga di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa (12/9/2017).
Meski begitu, kemungkinan tersebut belum menjadi keputusan final bagi Telkom. Pasalnya, pabrikan satelit dengan perusahaan peluncurnya berbeda sehingga masih perlu didiskusikan antara ketiga perusahaan untuk meluncurkan satelit Telkom 4.