“Kami juga menggandeng industri kecil dan menengah (IKM) sektor komponen automotif guna memacu tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Penerapan TKDN di mobil perdesaan akan dilakukan secara bertahap seperti pada pengembangan mobil LCGC atau LCEV,” paparnya.
(Baca juga: Harga Mobil Perdesaan Lebih Murah dari LCGC, Kok Bisa?)
Airlangga menjelaskan, dengan melibatkan IKM lokal diharapkan para pengguna mobil perdesaan mudah mendapatkan spare part di pasaran dan pemilihan teknologinya sesuai kondisi alam dan demografi di Indonesia.
“Akhirnya akan dicapai kemandirian industri automotif nasional melalui penguasaan teknologi kendaraan oleh anak bangsa sekaligus membantu meningkatkan perekonomian di perdesaan,” pungkas Airlangga. (san)
(Dian AF)