Waduh! NASA Bakal Hancurkan Pesawat Cassini di Saturnus, untuk Apa?

Lely Maulida, Jurnalis
Jum'at 01 September 2017 06:31 WIB
(Foto: NASA)
Share :

JAKARTA – NASA tengah dalam proyek menerbangkan pesawat ruang angkasa Cassini ke Saturnus dan akan menghancurkannya. Ini merupakan bagian upaya NASA untuk melindungi planet dari serangan Alien.

Kehancuran Cassini akan mengakhiri misi 13 tahun tersebut pada pertengahan September. Namun Cassini akan mengirimkan data hingga misinya berakhir, memberi para ilmuwan tampilan terbaik yang pernah mereka miliki di planet misterius itu sampai sekarang.

Pada hari terakhir, pesawat itu akan membuat 22 penyelaman perpisahan terakhir yang akan membawanya diantara cincin spektakuler planet tersebut beserta permukaannya. Kemudian Cassini akan menuju atmosfer Saturnus dan terjun hingga terbakar.

Misi itu juga akan berakhir dengan menunjukkan lebih banyak terkait tata surya. Telah ditemukan bahwa ada musim di Saturnus, bahwa bulan Titan terlihat seperti Bumi, bahkan bulan lain Enceladus pun dapat mendukung kehidupan di tata surya kita.

“Misi tersebut sangat gila-gilaan, sangat sukses dan berhasil, dan akan berhasil dalam waktu sekira dua minggu,” kata Curt Niebur, ilmuwan program Cassini dalam sebuah konferensi telefon dengan wartawan dari Laboratorium Propulsi Jet NASA di California.

Foto terakhir Cassini saat memasuki atmosfer Saturnus kemungkinan akan menjadi baling-baling atau celah di cincin yang disebabkan oleh moonlets, kata ilmuwan proyek Linda Spilker.

Dijelaskan NASA, wahana antariksa tersebut akan menyediakan data real-time di atmosfer sampai kehilangan kontak dengan Bumi pada pukul 11.54 waktu Inggris pada tanggal 15 September.

Spilker mengatakan data terbaru Cassini mengenai cincin Saturnus menunjukkan bahwa mereka memiliki massa yang lebih ringan ketimbang perkiraan selama ini. Hal ini menunjukkan bahwa mereka lebih muda dari perkiraan, sekira 120 juta tahun, dan karenanya diciptakan setelah kelahiran tata surya.

Selama orbit terakhirnya di antara atmosfer dan cincin, Cassini juga mempelajari atmosfer Saturnus dan melakukan pengukuran untuk menentukan ukuran inti planet tersebut.

Cassini telah menyelidiki Saturnus, planet keenam dari Matahari dan rombongannya dari 62 bulan yang diketahui sejak Juli 2004. Ini telah menyediakan cukup data untuk hampir 4.000 makalah ilmiah.

Karena Cassini kehabisan bahan bakar, NASA menabrakannya ke Saturnus untuk menghindari kemungkinan Cassini suatu hari bisa bertabrakan dengan Titan, Enceladus atau bulan lainnya yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba pribumi.


Dengan menghancurkan pesawat ruang angkasa, NASA akan memastikan bahwa embrio Bumi yang menumpang yang masih hidup di Cassini tidak akan mencemari bulan-bulan untuk studi selanjutnya. Demikian seperti dilansir Independent, Jumat (1/9/2017). (lnm).

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya