Wah! Tanah Tandus Jadi Hutan Subur Akibat Kulit Jeruk, Kok Bisa?

Riani Angel Agustine, Jurnalis
Jum'at 01 September 2017 05:01 WIB
(Foto: Daniel Janzen & Winnie Hallwachs)
Share :

SAN JOSE - Proyek konservasi eksperimental yang ditinggalkan dan hampir terlupakan akhirnya memberikan hasil ekologis yang luar biasa hampir 2 dekade. Awalnya, sebuah perusahaan jus membuang limbah kulit jeruk melalui 1.000 truk di padang rumput yang tandus di Kosta Rika pada pertengahan 1990-an. Akhirnya situs tersebut berhasil merevitalisasi ladang tandus menjadi hutan yang subur dan rimbun.

Dilansir dari Sciencealert.com, hal tersebut merupakan salah satu dari konservasi eksperimen tersebut. Sayangnya proyek tersebut harus terpaksa ditutup pada tahun kedua. Namun meski pembatalan dilakukan, 1.000 kulit jeruk tersebut tetap dilokasi yang sama seluas 3 hektar yang menyebabkan kenaikan 176% biomassa taman.

"Ini adalah satu-satunya contoh yang pernah saya dengar di mana Anda bisa mendapatkan penyerapan karbon negatif," ungkap ahli ekologi Timothy Treuer dari Universitas Princeton. Rencananya lahir pada 1997 ketika peneliti Pricenton Daniel Janzen dan Winnie Hallwachs mendekati produsen jus jeruk Kosta Rika Del Oro dengan kesempatan unik.

Jika perusahan tersebut setuju untuk menyeimbangkan sebagian dari tanahnya yang berbatasan dengan Kawasan Konservasi Guanacaste, perusahaan tersebut akan diizinkan untuk membuang kulit jeruk tanpa dikenakan biaya di lahan terdegradasi di taman. Perusahaan tersebut menyetujui kesepakatan tersebut, dan sekira 12 ribu ton limbah kulit jeruk yang dibawa oleh 1000 truk dan membuang limbah tersebut begitu saja di tanah yang sudah disetujuinya.

"Selama enam bulan kulit jeruk telah diubah dari kulit jeruk ke tanah liat hitam yang tebal ini," ungkap Treuer kepada Scientific American. Meski awalnya menjanjikan, konservasi eksperimen ini tidak akan bertahan lama setelah produsen jus saingan TicoFruit menggugat Del Oro dengan tuduhan bahwa pesaingnya tersebut telah menodai taman nasional.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya