"Ini jadi semrawut pada saat ekonomi tinggi, sekarang ada yang namanya ATR, agraria tata ruang, kami sudah koordinasi dengan kawan-kawan ATR agar berkomunikasi aktif dengan pemerintah daerah menata kembali area itu, di mana pusat kota, di mana sekolah, tempat hiburan. Jadi penempatan tidak karuan, kalau semerawut bisa menjadi macet. Kita lihat lokasi macet, karena kawasan industri banyak tapi tata ruang tidak teratur hanya mengandalkan jalan tol," terang Putu.
(Baca juga: Ini Rumus Jusuf Kalla untuk Seimbangkan Industri Automotif dan Kemacetan)
Arah dari industri automotif itu adalah bagaimana mendorong produsen-produsen mau melakukan investasi sebanyak-banyaknya di Indonesia. Sehingga kedepannya industri automotif tidak hanya melayani pasar domestik saja tapi dikirim ke luar negeri.
"Dari industri arahnya investasi dan ekspor," pungkas Putu. (san)
(Dian AF)