PARIS - Astronot yang akan pergi ke Mars di masa depan mungkin wajib membawa beberapa tambahan pakaian hangat. Sebuah studi baru telah mengungkapkan terdapat salju turun di Mars pada malam hari.
Dilansir dari Dailymail.co.uk, temuan ini memberi penerangan baru pada siklus air dan iklim Mars yang telah diamati sebelumnya, dan temuan ini menjadi sangat penting bagi eksplorasi manusia dan robot masa depan. Peneliti dari Center National de la Rescherche Scientifique di Paris menggunakan model atmosfer untuk menyimulasikan cuaca di Mars.
Mereka menemukan bahwa badai salju yang turun terjadi secara teratur disebut 'Microbursts', yang terjadi karena pendinginan partikel air es di malam hari. "Kami menggunakan model numerik meteorologi yang mirip dengan model yang digunakan untuk prediksi numerik di Bumi (misalnya untuk mengetahui seperti apa cuaca di Inggris), dan kami menyesuaikan model tersebut dengan Mars dan mengembangkan model canggih yang cocok untuk atmosfer Mars," ungkap Dr Aymeric Spiga, yang memimpin penelitian tersebut.
Salju yang terjadi karena atmosfer Mars dingin dan tipis, sehingga membuat awan air es terbentuk meskipun jumlah uap air yang terbatas dibandingkan dengan atmosfer di Bumi. Tetapi sampai sekarang, diperkirakan bahwa setiap curah hujan salju yang jatuh dari awan tersebut turun dengan perlahan dan bukan sebagai badai salju yang turun dengan cepat.
Model atmosfer yang dibuat para peneliti mengungkapkan bahwa pendinginan partikel awan air es selama malam hari di Mars dapat menciptakan kondisi yang tidak stabil di dalam awan. Kondisi yang tidak stabil tersebut yang memicu berkembangnya hujan salju yang turun dan hanya terjadi pada malam hari saja.
Dr Spiga mengatakan bahwa turunnya salju di Mars sudah diketahui sebelumnya ketika pendaratan Mars Phoenix pada 2009. Sayangnya penemuan tersebut tidak menjelaskan siklus dan iklim di Mars itu sendiri.
Namun terbukti bahwa penemuan tersebut sangat berguna bagi penjelajah luar angkasa yang berharap bisa meneliti planet merah tersebut lebih dalam. "Kami memperluas pengetahuan tentang meteorologi Mars, yang tampak sangat dinamis pada skala lokal, yang penting bagi eksplorasi manusia dan robot masa depan," ungkap Dr Spiga.
(Ahmad Luthfi)