Studi awal menunjukkan bahwa NASA bisa menempatkan AI di kapal selam di lautan. Kecerdasan buatan di kapal selam akan ditugaskan untuk mencari tahu ke mana harus melaju dengan selamat.
AI yang mampu untuk menentukan sendiri juga berguna untuk konsep misi lain yang akan mengirim 100 CubeSats kecil ke asteroid terdekat. Ini akan membantu pesawat ruang angkasa kecil tersebut menentukan bagaimana mengorbit asteroid dan bayangan apa yang ada di permukaan.
Sementara itu, teknologi AI ditakutkan oleh sebagian masyarakat. Namun ilmuwan JPL mengatakan bahwa ketakutan AI tidak masuk akal asalkan kita memastikan bahwa orang-orang yang mengetahui teknologi terlibat dalam pengembangannya dan berkonsultasi dengan masyarakat.
"Ada saat ketika melakukan panggilan telepon, ada manusia yang harus dilibatkan. Saat Anda naik lift, seorang manusia harus dilibatkan," kata Chien.
"Sekarang kita akan mengatakan itu gila, ini adalah roda kemajuan, ini akan terjadi, kita perlu membiasakan diri, dan kita perlu melakukannya dengan cara yang masuk akal dan rasional,” ujarnya. (lnm).
(Kemas Irawan Nurrachman)