Sebelumnya, 50 tahun setelah misi Apollo, formasi dan keadaan geologi dari bulan masih menjadi misteri. Para astronot berhasil membawa 360 kg batuan bulan dan membawanya dengan bantuan satelit.
Menurut peneliti planetarian Rene Weber dan timnya, mereka mengklaim bahwa bagian terdalam dari lapisan bulan merupakan berisi magma. Di Bumi, cairan magma cenderung naik ke permukaan dan menyebabkan ledakan gunung berapi.
Baca juga: Waduh, Ternyata Bulan Menjauh 3,7 Cm Tiap Tahunnya dari Bumi
Alasan mengapa magma bergerak ke permukaan ialah karena diakibatkan oleh perbedaan densitas antara magma dan material solid di dalamnya, sehingga menyebabkannya bergerak ke permukaan. Semakin ringan magma, maka kesempatan untuk meluncur ke permukaan semakin besar.
"Saat ini bulan masih dalam tahap pendinginan, sama seperti lelehan di bagian dalamnya. Ke depannya, pendinganan akan berkurang dan mengakibatkan lelehan magma menjadi lebih ringan. Dengan begitu magma kemungkinan bisa naik ke permukaan. Tapi untuk saat ini, hal itu masih sebatas hipotesis," kata Wim van Westrenen.
(Kemas Irawan Nurrachman)