DO YOU KNOW: Bulan Tak Memiliki Gunung Berapi Aktif, Kok Bisa?

Moch Prima Fauzi, Jurnalis
Senin 14 Agustus 2017 19:00 WIB
(Foto: BBC)
Share :

JAKARTA - Tak hanya Bumi, bulan juga memiliki gunung berapi. Hanya saja gunung berapi di bulan tak seaktif di Bumi. Padahal, berdasarkan studi belakangan ini, bulan memiliki banyak unsur magma di dalam permukaannya.

Lantas mengapa aktivitas gunung berapi di bulan tak aktif seperti di Bumi? Mengutip halaman Wired, Senin (14/8/2017), penelitian dari sebuah tim ilmuwan dari Belanda memiliki jawabannya.

Penelitian yang dipimpin oleh Mirjam van Kan Parker dan Wim van Westernen dari VU University Amsterdam menemukan bahwa lelehan batuan panas di bagian permukaan bulan begitu padat. Hal itu mengakibatkan magma di dalam bulan tak bisa naik ke bagian atas.

Baca juga: Kenapa Bulan Selalu Mengikuti Bumi, Nih Penjelasannya!

Penyebab itu diketahui setelah mereka membuat tiruan mikroskopik dari batuan di bulan yang diperoleh dari misi Apollo. Batuan tersebut dipanaskan hingga meleleh dengan suhu bertekanan tinggi. Mereka kemudian mengukur densitasnya dengan sinar x-ray yang dihasilkan oleh European Synchrotron Radiation Facility (ESRF).

Sebelumnya, 50 tahun setelah misi Apollo, formasi dan keadaan geologi dari bulan masih menjadi misteri. Para astronot berhasil membawa 360 kg batuan bulan dan membawanya dengan bantuan satelit.

Menurut peneliti planetarian Rene Weber dan timnya, mereka mengklaim bahwa bagian terdalam dari lapisan bulan merupakan berisi magma. Di Bumi, cairan magma cenderung naik ke permukaan dan menyebabkan ledakan gunung berapi.

Baca juga: Waduh, Ternyata Bulan Menjauh 3,7 Cm Tiap Tahunnya dari Bumi

Alasan mengapa magma bergerak ke permukaan ialah karena diakibatkan oleh perbedaan densitas antara magma dan material solid di dalamnya, sehingga menyebabkannya bergerak ke permukaan. Semakin ringan magma, maka kesempatan untuk meluncur ke permukaan semakin besar.

"Saat ini bulan masih dalam tahap pendinginan, sama seperti lelehan di bagian dalamnya. Ke depannya, pendinganan akan berkurang dan mengakibatkan lelehan magma menjadi lebih ringan. Dengan begitu magma kemungkinan bisa naik ke permukaan. Tapi untuk saat ini, hal itu masih sebatas hipotesis," kata Wim van Westrenen.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya