MADRID - Misteri 'Lingkaran Peri' yang tumbuh di bawah permukaan laut akhirnya bisa dipecahkan. Cincin yang tampak seperti oval dan bercahaya di laut Mediterania dan laut Baltik merupakan hasil vegetasi di padang lamun.
Padang lamun adalah ekosistem perairan dangkal yang didominasi oleh lamun. Pada ekosistem ini banyak ragam biota yang hidup berasosiasi dengan lamun. Lamun (seagrass) sendiri merupakan tumbuhan berbunga (angiospermae) yang berbiji satu (monokotil) dan mempunyai akar rimpang, daun, bunga dan buah.
Dilansir dari Dailymail.co.uk, Kamis (10/8/2017), sebuah penelitian telah mengungkapkan bahwa lingkaran tersebut disebabkan oleh kontaminasi spesies asing. Para ilmuwan mengklaim bahwa bentuk aneh tersebut merupakan sebuah tanda di mana seluruh ekosistem di daerah tersebut berisiko punah.
Lingkaran tersebut ditemukan di sekitar pantai Denmark serta Kepulauan Balearic, yang merupakan wilayah otonomi Spanyol. Para peneliti dari Universitas Kepulauan Balearic di Palma, Mallorca mengatakan bahwa spesies aneh yang menyerang perairan tersebut membuat iklim tercemar.
"Penataan ruang landscapes vegetasi merupakan faktor kunci dalam penilaian kesehatan dan fungsi ekosistem," ungkap pemimpin penelitian Daniel Ruiz-Reynés. Menghilangnya populasi lamun dapat secara drastis mengubah ekosistem planet yang lebih besar.