Bintang yang mengandung unsur-unsur yang lebih berat melepaskan banyak massa sepanjang perjalanan hidup mereka, dan ketika bintang tersebut mati dalam supernova, mereka menciptakan lubang hitam dengan massa lebih rendah. Tetapi bintang dengan kadar logam rendah tidak banyak menumpahkan massa, sehingga menghasilkan lubang hitam yang lebih besar.
"Kami bisa menemukan berapa banyak lubang hitam besar yang harusnya ada, dan akhirnya jumlahnya menjadi jutaan lebih banyak daripada yang dipikirkan sebelumnya," ujar Bullock. Tim peneliti menyelidiki terjadinya pasang lubang hitam dan penggabungannya, dan mereka memutuskan bahwa hanya sejumlah kecil peristiwa ini yang harus dilakukan untuk memacu gelombang seperti yang dilihat oleh LIGO.
Manoj Kaplinghat, seorang profesor fisika dan astronomi UCi mengatakan bahwa tim peneliti menunjukkan bahwa hanya 0,1 sampai 1 persen lubang hitam yang terbentuk, seperti yang terekam oleh LIGO.
(Ahmad Luthfi)