CALIFORNIA - Puluhan juta lubang hitam yang merupakan kumpulan dari runtuhan bintang yang sekarat, bisa mengintai tanpa terdeteksi di galaksi. 'Persediaan kosmik' baru telah mengungkapkan bahwa jumlah lubang hitam mungkin lebih banyak di Bima Sakti dari yang dipikirkan sebelumnya.
"Kami pikir kami telah menunjukkan bahwa ada sebanyak 100 juta lubang hitam di galaksi kita," ujar James Bullock, ketua dan profesor fisika dan astronomi di University of California, Irvine. Para peneliti UCI meluncurkan 'sensus angkasa' bersamaan dengan pendeteksi gelombang gravitasi pertama pada 2015.
Dilansir dari Dailymail.co.uk, Rabu (9/8/2017), sejarah gelombang pertama ditemukan oleh Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO) yang diciptakan oleh tumpukan 2 lubang hitam. Tetapi para ilmuwan berasumsi bahwa sisa bintang lubang hitam akan sama dengan massa Matahari Bumi.
Para peneliti menemukan jumlah lubang hitam berdasarkan pada apa yang mereka ketahui tentang pembentukan bintang di berbagai jenis galaksi. "Galaksi besar adalah rumah bagi bintang yang lebih tua, dan mereka juga menjadi tuan rumah lubang hitam yang lebih tua," ungkap dokter Oliver Elbert pemimpin penelitian ini.
Ukuran galaksi akan menentukan berapa banyak lubang hitam dari massa tertentu yang bisa ada di ruang itu. Galaksi yang lebih besar diketahui mengandung bintang-bintang yang kaya logam, sementara galaksi yang lebih kecil cenderung memiliki bintang-bintang besar dengan warna yang tidak terlalu bersinar.