JAKARTA - Kunjungan ke situs porno oleh seorang hakim serta obat-obatan yang diminum, merupakan salah satu informasi yang berhasil dicuri oleh sepasang peneliti keamanan internet asal Jerman. Kedua peneliti itu mengaku telah mendapatkan data browsing dari jutaan netizen asal Jerman.
"Apa yang Anda pikirkan, jika seseorang menunjukkan kepada Anda di depan pintu sembari berkata; Hey, saya punya riwayat aktivitas online Anda secara lengkap, setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap klik yang Anda lakukan di bulan lalu?" kata Svea Eckert, salah seorang peneliti yang dikutip dari The Guardian, Rabu (2/8/2017).
Eckert yang juga merupakan seorang jurnalis bekerjasama dengan seorang peneliti data, Andreas Dewes, untuk mendapatkan data pribadi pengguna internet dan melihat apa yang telah mereka lakukan di dunia maya.
Baca juga: Wow! Jadi Hacker Game Online Selama 20 Tahun, Pria Ini Miliki Rp5.216 Triliun
Keduanya melakukan presentasi dalam acara Def Con, sebuah konferensi peretasan yang digelar di Las Vegas, Amerika Serikat. Eckert dan Dewes menjelaskan bagaimana mereka mengamankan sebuah database yang berisi tiga miliar URL dari tiga juta pengguna di Jerman. Lebih dari sembilan juta website telah menjadi sasarannya.
Kedua peneliti itu melakukan cara yang sedikit licik untuk mendapatkan semua data tersebut. Mereka membuat sebuah situs perusahaan marketing palsu, lengkap dengan akun LinkedIn dan menyertakan CEO perusahaan mereka untuk meyakinkan korbannya.
Dewes juga menjelaskan bagaimana seorang broker, penjual data pribadi di internet, dapat menemukan informasi berharga tersebut melalui sebuah URL. Ia mengatakan, siapapun yang mengunjungi halaman analisisnya di Twitter, dapat menemukan riwayat browsing termasuk username yang sebenarnya hanya bisa dilihat oleh pengguna.