YERUSALEM - Kelompok peneliti Internasional mengembangkan teknik pada alat scanning 3D yang bisa memberikan hasil lebih akurat untuk merekonstruksi objek kompleks. Metode yang digunakan berupa penggabungan dari robot dan air.
“Dengan menggunakan lengan robot untuk membenamkan benda pada sumbu dari pada berbagai sudut, dan mengukur perpindahan volume setiap putaran, kami menggabungkan setiap urutan dan membuat representasi bentuk volumetrik dari sebuah benda”, ujar Prof Andrei Scharf jurusan Ilmu Komputer dari Ben-Gurion University of the Negev.
Dilansir Sciencedaily.com, Jumat (28/7/2017), ia juga mengatakan fitur utama metode mereka adalah menggunakan pemindai cairan sebagai sensor bentuk. Tidak seperti sensor optik, cairan tersebut tidak memiliki persyaratan penglihatan yang dapat menembus rongga dan bagian tersembunyi dari sebuah benda.
Baca juga: Robot Ini Bisa Bantu untuk Misi Penyelamatan
Serta penggunaan material transparan dan glossy, membuat cairan tersebut melewati semua jarak pandang dan keterbatasan yang ada pada sensor optik dari perangkat pemindai konvensional.
Para peneliti menggunakan teori Archimendes tentang pemindai cairan, untuk mengubah pemodelan rekonstruksi permukaan menjadi masalah dalam mengukur volume sebuah benda. Ini menjadi dasar bagi solusi modern serta menjadi inovasi tim peneliti untuk menghadapi tantangan dalam rekonstruksi bentuk 3 dimensi.
Kelompok ini mendemonstrasikan teknik baru dalam bentuk 3D dengan berbagai macam tingkat kompleksitas. Mulai dari patung anak gajah, orang tua dan anak yang sedang berpelukan, dan DNA helix ganda. Hasilnya menunjukkan bahwa rekonstruksi tersebut menunjukkan hasil sama akuratnya dengan model yang asli.