Ia yakin setiap konsumen mempunyai pandangan yang berbeda soal mobil. Hal ini setidaknya bisa dilihat dari fitur yang ditawarkan. Setiap merek dilengkapi dengan fitur andalan. Ada di satu merek tapi bisa jadi tidak ada di merek lain. Karena itu pihaknya selalu berusaha untuk tidak mengurangi fitur yang ada.
"Dia (merek lain) pasti ada plus saya (Honda) ada plusnya. Dia ada minus saya ada minusnya. Kalau Anda tanya satu mobil punya fitur A kenapa kita enggak punya apakah kita sunat, ya tidak. Karena konsumen itu butuh fitur. Jadi fitur itu memang kita lihat ke masing-masing konsumen. Memang selama ini kita menggali dari konsumen Honda sehingga menarik konsumen lain untuk berpindah ke produk kita," terang Jonfis.
Soal persaingan, bukan baru kali ini saja Honda merasakannya. Untuk menghadapi small MPV Mitsubishi agar dampaknya tidak begitu memengaruhi Mobilio bahkan BR-V, ada strategi yang akan dijalankan.
"Kami ada Mobilio, BR-V, pilihan desain konsumen juga beda ya. Kami menghadapi persaingan bukan pertama kali, sejak awal juga ada. Yang penting kami jaga konsumen. Kami harus perbaiki produk aftersales, layanan servis yang banyak. Jaringan kami semua 3S enggak ada yang outlet. Kalau kita harus 3S. Karena yang kami kembangkan bukan penjualan tapi servis. Jualan gampang di mal, tapi yang kami jaga konsumen sudah beli masih mau datang," pungkasnya. (san)
(Anton Suhartono)