Selain itu, teknologi 5G juga bisa dimanfaatkan untuk implementasi mobil pintar. Baru-baru ini, perusahaan teknologi jaringan dan produsen ponsel, Huawei menyelenggarakan demonstrasi pengendalian kendaraan dari jarak jauh yang berbasis 5G pertama di dunia bersama dengan China Mobile dan SAIC Motor di ajang Mobile World Congress (MWC) 2017 di Shanghai, Tiongkok. Dalam demonstrasi ini, Huawei menyediakan solusi 5G nirkabel yang menghubungkan iGS, mobil pintar milik SAIC Motor dengan koneksi milik China Mobile.
Dalam proses demonstrasi, sinyal kontrol untuk roda kemudi, gas, dan rem dikirimkan melalui jaringan 5G, dengan pengemudi yang berada di jarak lebih dari 30 kilometer dari kendaraan. Demonstrasi ini membuktikan potensi pita lebar (bandwidth) yang tinggi, dan potensi latensi yang rendah di frekuensi C-band, yang dapat menjadi dasar bagi pengembangan kendaraan pintar terhubung di masa depan.
Baca juga: Internet Bakal Makin Cepat, CEO Qualcomm Sebut Jaringan 5G Meluncur 2019
Remote driving memiliki keunggulan, terutama untuk lingkungan yang berbahaya seperti lokasi penambangan dan tempat pembuangan limbah. Selain itu, remote driving juga dapat dimanfaatkan dalam keadaan darurat, seperti misi penyelamatan manusia pada saat terjadi bencana.
Meskipun 5G masih dalam tahap standardisasi, beberapa jaringan pre-commercial akan muncul di secara global paling cepat di 2018. “Sementara untuk Indonesia, perkembangan jaringan ini sudah baik, namun Indonesia dapat mengadopsi teknologi 5G pada beberapa komponen teknologi LTE yang tersedia. Hal ini dapat membuat jaringan lebih siap satu langkah untuk mengadopsi evolusi 5G selanjutnya di masa depan. Pengimplementasian jaringan ini dapat meningkatkan kualitas jaringan dan menawarkan efisiensi tinggi dengan menggunakan sumber daya yang sudah ada,” ujar Mohamad Rosidi, Direktur Strategi dan Marketing TIK, Huawei Indonesia.
(Ahmad Luthfi)