JAKARTA - Snap Inc, induk perusahaan dari aplikasi Snapchat, diam-diam telah merekrut sebuah tim di startup bernama Strong.Codes asal Swiss. Perekrutan itu dikabarkan untuk melindungi inovasi Snapchat agar tak bisa dicontek kompetitor seperti Facebook.
Perekrutan tim baru-baru ini menjadi langkah lanjutan Snapchat dalam merekrut karyawan Strong.Codes setelah membajak salah seorang pendiri dan teknisi Strong.Codes, Laurent Balmelli. Meski demikian, karyawan baru Snapchat akan tetap bekerja di Swiss. Sementara startup tersebut akan ditutup.
Mengutip dari laman Bloomberg, Jumat (21/7/2017), tak hanya merekrut karyawan dari Strong.Codes, Snapchat juga diketahui membuka iklan lapangan pekerjaan di Swiss. Mereka berniat merekrut seorang pakar keamanan dan kriptografer di negara tersebut.
Strong.Codes sendiri merupakan startup yang khusus berfokus pada bagian pemrograman software serta membuatnya sulit untuk ditiru. Sehingga, kompetitor tak lagi bisa menyalin kode tersebut.
Meski demikian, pihak Snap Inc masih belum mengonfirmasi kabar perekrutan tersebut.
Baca juga: Hebat! Update Snapchat Bisa Rekam 6 Video Sekaligus
Sebagaimana diketahui, Facebook dianggap telah mencontek fitur Stories di Instagram dari Snapchat. Melalui fitur itu, pengguna Instagram bisa membuat video pendek yang akan terhapus secara otomatis jika diunggah lebih dari 24 jam.
Pada Mei, salah seorang pendiri dan CEO Snapchat, Evan Spiegel, sempat mengomentari santai aksi mencontek yang dilakukan Facebook. Ia mengibaratkan aksi mencontek Facebook dengan Yahoo! dan Google.
"Jika Anda ingin menjadi perusahaan yang kreatif, Anda harus percaya diri dan senang jika seseorang meniru produk Anda saat Anda membuat sesuatu yang bagus. Hanya karena Yahoo! memiliki kolom pencarian bukan berarti mereka Google," ungkap Spiegel kala itu.
Kendati demikian akibat penjiplakan oleh Facebook, Snap Inc harus menerima kerugian. Saham yang dimiliki perusahaan Evan Spiegel dan Bobby Murphy tersebut diperkirakan kehilangan untung sebesar USD2,2 miliar.
Baca juga: Pertumbuhan Pengguna Melemah, Harga Jual Snapchat Turun Drastis
(Kemas Irawan Nurrachman)