Kedua, jika Shcrems dapat dianggap sebagai konsumen, pengadilan bertanya apakah Shcrems dapat menggelar class action suit dengan beberapa konsumen yang terlibat meski tak berbasis di Austria atau bahkan di Eropa.
Tindakan yang dilakukan Schrems tersebut mendapatkan dukungan dari kelompok konsumen Eropa BEUC yang mendorongnya untuk menggunakan class-action suit.
"Konsumen selalu tak berdaya saat raksasa perusahaan teknologi melanggar peraturan perlindungan data," kata Christoph Schmon dari BEUC. "Masuk akal untuk menggabungkan beberapa klaim dan menghindari prosedur paralel di berbagai negara," imbuh dia.
Seorang penasihat pengadilan, Advokat Jenderal Michal Bobek, diperkirakan akan menyampaikan pendapatnya pada 7 November, dengan keputusan akhir akan datang pada akhir 2017.
(Kemas Irawan Nurrachman)