OKEZONE STORY: Fusajiro Yamauchi, Pengembang Permainan Kartu Hanafuda yang Jadi Cikal Bakal Nintendo

Lely Maulida, Jurnalis
Kamis 20 Juli 2017 13:49 WIB
(Foto: Nintendo)
Share :

JAKARTA – Perangkat pendukung komunikasi seperti smartphone berkembang begitu pesat. Namun, perkembangan teknologi tersebut, game, dan perangkat konsolnya turut berkembang dengan menyuguhkan spesifikasi dan fitur yang semakin memanjakan penggunanya.

Nintendo menjadi salah satu produsen yang kini mendulang kesuksesan berkat berbagai game dan jajaran konsolnya. Nintendo merupakan produsen multinasional Jepang yang memfokuskan diri pada perangkat portabel konsumen.

Nintendo didirikan oleh Fusajiro Yamauchi, yang lahir pada 22 November 1859. Ia merupakan seorang seniman dan pengusaha yang tinggal di Kyoto, Jepang bersama istri dan anak perempuannya, Tei Yamauchi, yang kemudian menggantikan Fusajiro Yamauchi Sekiryo Kaneda.

Pada saat ia lahir, sekira 250 tahun sebelumnya sejak game kartu dilarang di Jepang pada 1633. Seiring berjalannya waktu, berbagai jenis permainan kartu dikembangkan dan dicoba di pasaran. Namun sayangnya, uji coba itu juga dilarang di Negeri Sakura.

Akhirnya, sebuah game bernama Hanafuda dikembangkan, menggunakan ilustrasi dan bukan angka untuk memainkannya. Pemerintah Jepang melonggarkan batasan dan membiarkan permainan ini, meski Hanafuda tidak begitu cepat populer di kalangan gamer.

Saat permainan itu di ambang lenyap, Fusajiro Yamauchi datang dengan pendekatan baru. Ia mengembangkan satu set kartu Hanafuda yang menampilkan karya seni kerajinan tangan unik yang dilukis di kulit pohon mitsu-mata. Yamauchi menyebut toko kartu Hanafuda miliknya sebagai Nintendo Koppai.

Nama toko itu pada akhirnya disingkat menjadi Nintendo. Kartu Hanafuda yang dilukis dengan tangan oleh Nintendo menjadi hits, dan permintaannya terus tumbuh sehingga Yamauchi harus mempekerjakan staf untuk membantunya membuat kartu.

Pada 1907, kartu itu menjadi sangat populer hingga dibutuhkan untuk memproduksi secara massal, serta mulai membuat kartu bergaya barat selain yang ditawarkan Hanafuda. Inilah saat perusahaan benar-benar tumbuh, menjadi produsen kartu bermain terbesar di Jepang.

Perusahaan Yamauchi dinobatkan sebagai 'Nintendo Playing Card Company in, Limited' pada 1951. Pada 1953, mereka bereksperimen dengan membuat kartu dengan plastik dan ternyata menjadi hits besar yang membantu mereka mendominasi pasar di tahun-tahun setelahnya.

Tak banyak yang diketahui terkait kehidupan Yamauchi. Pendiri Nintendo itu meninggal pada Januari 1940, dalam usianya yang ke-80 tahun akibat stroke. Cucu buyutnya, Hiroshi Yamauchi, kemudian mengambil alih perusahaan pada tahun 50-an. Yamauchi meninggal 7 tahun sebelum "Cathode Ray Tube Amusement Device" dipatenkan di Amerika Serikat.

Hal yang paling luar biasa dari Hiroshi Yamauchi adalah bahwa dirinya terkenal tidak tertarik dalam permainan. Dia jarang bermain dan memilih untuk menghibur dirinya dengan permainan papan bahasa Jepang yang lebih beradab, yakni Go.

Kesuksesan tentunya tak begitu mudah diraih tanpa usaha. Begitu pula yang dialami oleh Hiroshi Yamauchi. Ia dipaksa berhenti dari studi di universitasnya dan mengambil alih kendali di Nintendo saat kakeknya menderita stroke dan tak dapat menjalankan perusahaan.

Di awal kariernya, Hiroshi Yamauchi menunjukkan pandangan yang tajam untuk bisnis. Di bawah komandonya, Nintendo menjadi perusahaan Jepang pertama yang memproduksi kartu permainan plastik bergaya barat.

Di tahun-tahun selanjutnya, Nintendo terus mengembangkan berbagai jenis game hingga game video. Beberapa karyanya seperti ‘Mario Bros’ dan 'Donkey Kong' sukses pada 1980-an.

Kini perusahaan yang digagas oleh Yamauchi itu terus berkembang dengan merilis berbagai konsol dan game mobile. Konsol mininya, Switch bahkan populer di kalangan gamer dan meraup banyak keuntungan.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya