Saat permainan itu di ambang lenyap, Fusajiro Yamauchi datang dengan pendekatan baru. Ia mengembangkan satu set kartu Hanafuda yang menampilkan karya seni kerajinan tangan unik yang dilukis di kulit pohon mitsu-mata. Yamauchi menyebut toko kartu Hanafuda miliknya sebagai Nintendo Koppai.
Nama toko itu pada akhirnya disingkat menjadi Nintendo. Kartu Hanafuda yang dilukis dengan tangan oleh Nintendo menjadi hits, dan permintaannya terus tumbuh sehingga Yamauchi harus mempekerjakan staf untuk membantunya membuat kartu.
Pada 1907, kartu itu menjadi sangat populer hingga dibutuhkan untuk memproduksi secara massal, serta mulai membuat kartu bergaya barat selain yang ditawarkan Hanafuda. Inilah saat perusahaan benar-benar tumbuh, menjadi produsen kartu bermain terbesar di Jepang.
Perusahaan Yamauchi dinobatkan sebagai 'Nintendo Playing Card Company in, Limited' pada 1951. Pada 1953, mereka bereksperimen dengan membuat kartu dengan plastik dan ternyata menjadi hits besar yang membantu mereka mendominasi pasar di tahun-tahun setelahnya.
Tak banyak yang diketahui terkait kehidupan Yamauchi. Pendiri Nintendo itu meninggal pada Januari 1940, dalam usianya yang ke-80 tahun akibat stroke. Cucu buyutnya, Hiroshi Yamauchi, kemudian mengambil alih perusahaan pada tahun 50-an. Yamauchi meninggal 7 tahun sebelum "Cathode Ray Tube Amusement Device" dipatenkan di Amerika Serikat.
Hal yang paling luar biasa dari Hiroshi Yamauchi adalah bahwa dirinya terkenal tidak tertarik dalam permainan. Dia jarang bermain dan memilih untuk menghibur dirinya dengan permainan papan bahasa Jepang yang lebih beradab, yakni Go.