Kalangan sejarawan sepakat bahwa peperangan yang dimenangi pasukan Romawi tersebut berlangsung di lembah Palestina, tepatnya di cekungan Laut Mati. Dari sisi keilmuan, kata ‘adna’ dalam ayat ini sangat istimewa.
Sebab, dalam disiplin bahasa Arab, kata adna berarti ‘paling dekat’ (aqrab) atau juga bisa diartikan ‘paling rendah’ (akhfadh). Atas dasar itu, kalangan mufasir berpendapat, maksud dari adna al-ardh adalah negeri terdekat dari Jazirah Arab.
Peperangan itu berlangsung di negeri Palestina, yang merupakan negeri terdekat dari Jazirah Arab. Jadi, bagi kalangan mufasir, kata adna al-ardh berarti ‘negeri terdekat’.
Kemudian, ilmu geologi datang dan memastikan bahwa cekungan Laut Mati, tempat bangsa Romawi memenangi perang melawan Persia, merupakan titik terendah yang ada di muka Bumi. Ia terletak sekira 400 meter di bawah permukaan laut.
Ayat ini turun pada saat ilmu pengetahuan belum mampu meneliti letak titik terendah di muka Bumi berada. Cekungan Laut Mati adalah daerah yang pernah didiami kaum Nabi Luth. Tak ada daerah yang lebih rendah di muka Bumi ini melebihi cekungan Laut Mati.
(Ahmad Luthfi)