"Secara khusus, kelelawar harus sangat terampil dalam manuver penerbangan karena mereka harus bisa menangkap mangsa mereka saat di udara," lanjut Dr Henningsson.
Tak hanya kelelawar yang menjadi sorotan dalam hal ini, Dr Henningsson dan timnya juga melakukan percobaan yang sama pada burung dan serangga untuk membandingkan kemampuan mereka dalam bermanuver.
"Sayap dari tiga kelompok agak berbeda, jadi mungkin orang mengharapkan aerodinamika. Sangat berbeda, tapi mungkin ada beberapa kesamaan yang menarik," jelasnya.
Berdasarkan sayap mereka yang pendek, lebar, dan berselaput. Dr Henningsson percaya bahwa kelelawar Brown bertelinga panjang cenderung memiliki kontrol aerodinamis tingkat tinggi untuk bermanuver dibandingkan dengan kelompok hewan lainnya.
(Dini Listiyani)