NEW YORK - Belum lama ini, Bankrate sebuah perusahaan pembiayaan yang bermarkas di New York, Amerika Serikat (AS) melakukan penelitian terkait kepemilikan mobil baru. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa rata-rata orang Amerika yang tinggal di kota besar tidak mempunyai dana yang cukup untuk membeli mobil baru.
Penelitian ini juga melihat dari berbagai faktor yang bisa memengaruhi hal itu mulai dari harga mobil, biaya asuransi bulanan, pajak penjualan, dan pendapatan rumah tangga di 25 kota di AS.
Sebagaimana diberitakan Carscoops, penelitian ini menggunakan aturan yang diberi nama ‘20/4/10’. Aturan tersebut berisi mengenai konsumen yang harus mengeluarkan uang tanda jadi sekira 20% dari harga mobil, kredit mobil tidak boleh lebih dari empat tahun, dan harus ada dana simpanan sekira 10% untuk pembayaran buang serta asuransi kendaraan.
Menurut hasil penelitian tersebut, terungkap bahwa Washington D C, San Francisco, dan Boston adalah tiga kota di AS yang penduduk kemungkinan besar bisa membeli mobil baru. Meski harga mobil bekas turun, studi tersebut menemukan banyak orang yang tinggal di delapan dari 25 kota kesulitan membeli mobil bekas yang dibanderol dengan harga rata-rata sekira USD19.200 atau Rp255 juta.
Studi Bankrate juga mengungkap bahwa masalah harga mobil yang tinggi menyebabkan konsumen banyak yang melakukan pinjaman jangka panjang atau kredit.
Hasil studi Bankrate cukup mengejutkan, bahkan analis senior Autotrader Michelle Krebs mengatakan data tersebut tidak sesuai dengan apa yang diketahuinya.
"Dalam 35 tahun terakhir, biaya untuk mobil baru naik 35%, mobil bekas naik 25%, dan pada saat yang sama, pendapatan rumah tangga rata-rata naik 3%," kata Krebs mengomentari studi Bankrate. (san)