Ilmuwan Ungkap Alasan Bentuk Telur Burung yang Berbeda-beda

Tachta Citra Elfira, Jurnalis
Jum'at 23 Juni 2017 19:18 WIB
Foto : LATimes
Share :

JAKARTA – Telur, sering kali menjadi bahan makanan yang dapat dikonsumsi oleh manusia. Tapi tahukah kamu bahwa telur burung memiliki berbagai bentuk dan ukuran?

Telur burung hantu hampir berbentuk bulat sempurna, sementara telur burung kolibri terlihat seperti semangka yang berukuran kecil mungil, dan terdapat juga telur lainnya yang berbentuk runcing tapi hanya satu sisi.

Studi baru yang dipimpin oleh ahli biologi evolusi Mary Stoddard dari Universitas Princenton, telah berusaha keras untuk menjawab pertanyaan sederhana ini. Menurut sebuah laporan di jurnal Science edisi Jumat (23/6/2017), peneliti mengungkapkan bentuk telur berhubungan dengan berapa banyak waktu yang dihabiskan burung dalam penerbangan.

Ilmuwan telah lama berhipotesis tentang alasan telur memiliki bentuk yang sesuai dengan hal yang mereka lakukan. Bahkan, Aristoteles memiliki teori yang mengatakan bahwa, “Telur panjang dan runcing adalah betina. Mereka yang bulat atau lebih bulat di ujung sempit, adalah laki-laki,” tulis filsuf Yunani tersebut dalam ‘The History of Animals’ pada abad keempat SM.

Namun, mereka belum lama ini mengusulkan alasan yang berbeda yakni mungkin saja telur yang runcing di satu sisi menawarkan keuntungan evolusioner bagi burung yang bersarang di tebing tinggi, karena telur semacam itu akan digulung dalam lingkaran yang rapat guna mencegah bencana dari atas tebing.

Meski begitu, penelitian ini sebagian besar bersifat spekulatif, atau menggunakan sampel kecil yang berfokus pada jenis burung yang terbatas. Ilmuwan juga mengatakan tidak membuktikan bahwa adaptasi untuk penerbangan bertanggung jawab atas perbedaan bentuk telur, korelasi tersebut dapat berupa kebetulan saja. Demikian dilansir Los Angeles Times, Jumat (23/6/2017).

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya