SEOUL – Headset virtual reality (VR) di masa mendatang akan mampu mengenali penggunanya. Fungsi semacam ini akan diusung oleh Gear VR milik Samsung, setidaknya sesuai dengan paten yang baru-baru ini muncul.
Detail paten baru-baru ini berarti bahwa headset Gear VR bisa mengetahui siapa yang menggunakannya dengan menganalisa titik-titik tekanan pada permukaan yang bersentuhan dengan wajah dan kepala penggunanya.
Berdasarkan paten tersebut yang pertama kali ditemukan oleh situs Belanda, GalaxyClub, menggunakan Gear VR kemungkinan akan lebih nyaman di masa mendatang. Dengan menerapkan teknologi di sekitar bagian headset yang ada di wajah penggunanya dan kemungkinan ikat kepalanya juga, headset tersebut akan bisa memberi tahu siapa penggunanya berdasarkan profil tekanan unik yang disebabkan oleh struktur wajah dan kepala mereka.
Teknologi ini akan bertindak sebagai unit kontrol yang mengautentikasi pengguna, menentukan pengguna begitu mereka mendaftarkan profilnya. Setelah disimpan di memori perangkat, pengguna kemudian dapat menikmati kemudahan yang lebih besar berkat unlocking otomatis smartphone mereka.
Untuk saat ini, Gear VR belum mendukung unlocking sehingga mengharuskan pengguna untuk menghapus secara manual dan membuka kuncinya. Dengan asumsi fitur ini digunakan untuk versi Gear VR selanjutnya, teknologi ini akan berfungsi sebagai biometrik baru. Namun tentunya ini hanyalah sebuah paten yang belum jelas perkembangannya apakah akan benar-benar digunakan Samsung untuk Gear VR selanjutnya. Demikian seperti dilansir Slash Gear, Kamis (22/6/2017).