Bergelut dengan persaingan itu, 17 Live memilih untuk mempertahankan kualitas layanan dan kontennya. Seperti diketahui, layanan streaming kerap diwarnai dengan konten negatif. Namun 17 Live berupaya untuk memininalisir konten tersebut demi mempertahankan kualitas layanannya.
"Sejauh ini tidak ada laporan untuk konten negatif. Memang konten negatif tetap ada, tapi langsung kami tindak. Tim monitoring kami selalu bekerja memastikan semua konten positif," terangnya.
Dijelaskan Andryan, pembatasan untuk konten negatif memang sedikit mempengaruhi minat orang untuk menggunakan layanannya. Namun hal tersebut tak membuat bisnis 17 Live stagnan.
"Sedikit iya. Tapi di Indonesia targetnya kita revenue, sementara konten negatif hanya meningkatkan basis pengguna saja bukan ke revenue," ujarnya.
Sejauh ini, perkembangan 17 Live di Indonesia terbilang signifikan. Diklaim Andryan, aplikasinya bahkan bertengger di posisi kedua untuk layanan serupa baik di Play Store maupun App Store. Melihat perkembangan diberbagai negara di Asia Tenggara, 17 Live berencana merilis aplikasinya di negara lain.
(Dini Listiyani)