Menilik Pameran Iptek dan Sains di Taman Pintar Yogyakarta

Prabowo, Jurnalis
Selasa 13 Juni 2017 14:49 WIB
Taman Pintar Yogyakarta (Foto: Danang Prabowo/Okezone)
Share :

YOGYAKARTA - Taman Pintar Yogyakarta merupakan wahana pendidikan bagi masyarakat, khususnya pelajar karena dilengkapi dengan teknologi interaktif digital. Selain itu, pemetaan video juga akan memacu imajinasi serta ketertarikan terhadap teknologi bagi pengunjung.

"Tujuan Taman Pintar ini memotivasi masyarakat, khususnya generasi muda untuk mencintai sains dan teknologi," kata Kepala Kantor Pengelola Taman Pintar, Afia Rosdiana ditemui Okezone.com, Selasa (13/6/2017).

Selain itu, kata dia, untuk pengembangan literasi masyarakat. Artinya supaya masyarakat mengenal sains dan teknologi untuk dipahami dan bermanfaat bagi kehidupan.

"Taman pintar ini dijadikan pusatnya pengetahuan, walaupun dalam perkembangannya, menjadi salah satu destinasi wisata edukasi unggulan," kata perempuan yang akrab disapa Afi. 

 

Menurutnya, saat ini ada enam wahana besar. Yang utama, gedung oval, menampilkan berbagai alat peraga berbasis edukasi sains yang dikemas menyenangkan dan dapat diperagakan.

"Di Gedung Oval itu ada sekitar 46 zona, di situ ada informasi, iptek, ada zona biologi, fisika, ada juga teknologi terapan, ada zona geotermal, (panas bumi), dan lainnya," katanya. 

Tampin tak hanya men-display terkait ilmu pengetahuan dan teknologi saja, tapi ada juga unsur-unsur muatan lokal. Muatan lokal ada di Gedung Kotak, yang menampilkan ilmu pengetahuan populer. 

"Zona muatan lokal, ada Indonesiaku, disitu ada Borobudur, kontruksinya seperti apa. Kemudian ada juga wayang dan lainnya," katanya. 

Tak hanya itu, di Gedung Memorabilia juga menampilkan berbagai alat peraga tentang pengetahuan sejarah Indonesia. Misalnya dari Presiden pertama Soekarno hingga Presiden ke tujuh saat ini Joko Widodo.

Afi menilai semua wahana memiliki keunggulan tersendiri. Menurutnya ada dua wahana yang banyak diminati pengunjung, yakni zona cuaca iklim dan gempa Bumi serta zona fisika.

"Di zona cuaca iklim dan gempa itu pengunjung bisa merasakan Gempa Yogya 5,9 skalaricher, kemudian gempa di Padang, dan sebagainya," katanya.

Zona fisika, kata dia, banyak permainan dan alat peraga. Dia memberi gambaran kalau di sekolah mengenal hukum-hukum yang begitu sulit dipahami, tapi saat di Tampin ini ada alat peraga yang memudahkan anak untuk memahaminya.

 

Ada juga gedung Planetarium. Dalam gedung itu ada pertunjukan film pengetahuan tentang antariksa dan tata surya. Pengembangan zona yang dikemas secara menyenangkan itu ternyata mampu menarik para pengunjung untuk belajar dan rekreasi di Tampin Yogyakarta. 

"Yang terakhir kemarin dibuka geotermal, orang awam menyebut dengan panas bumi, jangan hanya membayangkan panas bumi seperti Lapindo, tidak seperti itu," katanya. 

Harapan di buka geotermal ini agar masyarakat bisa memiliki pemahaman yang komprehensif. Masyarakat tidak perlu resah dengan perkembangan Iptek yang begitu pesat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya